Jumat, 12 Oktober 2012
Pendidikan karakter
Pada awalnya manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian ada empat macam. Ada banyak teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada empat, yaitu :
1. Koleris : pribadi orang yang suka mandiri, tegas, semangat yang berapi-api, suka tantangan serta bos bagi dirinya sendiri.
2. Sanguinis : pribadi orang yang suka dengan hal-hal praktis, happy dan selalu ceria, suka kejutan, suka bersosial dan bersenang-senang.
3. Phlegmatis : orang yang suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis : orang yang suka dengan hal-hal detail, suka meredam kemarahan, perfectionis, suka instruksi yang jelas, serta melakukan kegiatan dengan sangat rutin.
Hal-hal tersebut merupakan teori klasik yang pada masa sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat uji/tes sampai pengukuran potensi diri manusia.
Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Nah dari ke empat kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Misalnya tipe koleris identik dengan orang yang berbicara “kasar” dan terkadang tidak peduli, sanguin pribadi yang susah diajak untuk serius, phlegmatic, susah diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, melankolis terjebak dengan dilemma pribadi “iya” dimulut dan “tidak” dihati, serta cenderung perfectionis dalam detil kehidupan serta inilah yang terkadang membuat orang lain cukup kerepotan.
Tiap manusia tidak bisa memilih kepribadiannya, kepribadian sudah hadiah dari Tuhan sang pencipta saat manusia dilahirkan. Dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan social dan masing-masing pribadi. Mudah ya, penjelasan ini.
Nah, karakter nya dimana? Saat tiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya dan memperbaiki kelemahannya dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter. Misalnya, seorang koleris murni tetapi sangat santun dalam menyampaikan pendapat dan instruksi kepada sesamanya, seorang yang sanguin mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus. Itulah Karakter. Pendidikan Karakter adalah pemberian pkitangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu di bina, sejak usia dini (idealnya).
Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus dibangun dan dikembangkan secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu proses yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.
Jika diperhatikan banyak orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Memang benar bahwa dalam kehidupan, kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter kita tidaklah demikian. Karakter kita selalu merupakan hasil pilihan kita sendiri.
Ketahuilah bahwa kita mempunyai potensi untuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter, mari kita upayakan hal itu. Karakter lebih dari apapun dan akan menjadikan kita seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Karakter akan melindungi segala sesuatu yang kita hargai dalam kehidupan ini.
Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. kita memiliki Kontrol Penuh atas karakter kita masing-masing, artinya kita tidak dapat menyalahkan orang lain atas karakter kita yang buruk karena kita yang bertanggung jawab penuh. Mengembangkan karakter adalah tanggung jawab pribadi Kita masing-masing.
sumber: http://www.pendidikankarakter.com
Sabtu, 30 Juni 2012
dakwah islam
Islam adalah agama ramat bagi seluruh alam semesta, yang dipilihkan oleh Allah SWT bagi manusia sebagai jalan yang lurus untuk menuju kehidupan yang abadi, yaitu kehidupan di akhirat kelak. Manusia diperintahkan oleh Allah untuk kepada orang yang lupa agar supaya kembali ke jalan yang benar, dan kepada orang yang belum islam untuk masuk islam. Dakwah adalam kegiatan mengajak, mempengaruni dan menyeru orang lain untuk masuk islam, dan dalam berdakwah ini haruslah dengan menggunakan metode yang relevan dengan kehidupan yang ada pada masa sekarang sehingga dapat mengena terhadap orang yang didikwahi, dikarenakan semakain kritisnya masyarakat sekarang sehingga metode dekwah yang telah ada perlu kiranya untuk diperbaharui agar bisa lebin dapat diterima oleh masyarakat.
Dalam berdakwah setidaknya harus ada tiga unsur utama, yaitu: materi dakwah, da’i (subyek/pelaku dakwah) dan mad’u (obyek/sasaran dakwah). Tiga unsur ini harus ada dalam kegiatan dakwah, juga dalam berdakwah pada masa sekarang haruslah mempertimbangkan metode yang sesuai dengan hal-hal yang diinginkan oleh orana yang didakwahi tetapi tetap tidak boleh kehilangan hal-hal yang bersifat dasar dalam islam. Karena terkadang cara atau metode itu lebih diperhatikan oleh orang dari pada hal yang disampaikannya. Di dalam al-Qur’an Allah telah memberikan metode untuk berdakwah, yaitu: metode al-Hikmah, Maw’izhah al-Hasanah, dan Mujādalah, namun metode tersebut ketika mengaplikasikan dalam berdakwah haruslah melihat latar belakang dari orang yang akan didakwahi, sehingga tiga metode tersebut dapat diterapkan dalam berdakwah tanpa adanya konflik dari kedua belah pihak. Sehingga dakwah dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan oleh para pelaku dakwah.
Kamis, 08 Maret 2012
PRIORITAS ILMU ATAS AMAL
DI ANTARA pemberian prioritas yang dibenarkan oleh agama ialah prioritas ilmu atas amal. Ilmu itu harus didahulukan atasamal, karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Dalam hadits Mu'adz disebutkan, "ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya."
Oleh sebab itu, Imam Bukhari meletakkan satu bab tentang ilmu dalam Jami' Shahih-nya, dengan judul "Ilmu itu Mendahului Perkataan dan Perbuatan." Para pemberi syarah atas buku ini menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksudkan dalam judul itu harus menjadi syarat bagi ke-shahih-an perkataan dan perbuatan seseorang. Kedua hal itu tidak dianggap shahih kecuali dengan ilmu; sehingga ilmu itu didahulukan atas keduanya. Ilmulah yang membenarkan niat dan membetulkan perbuatan yang akan dilakukan.
01. NABI MUHAMMAD (570 SM - 632 SM)
Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.
Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Langganan:
Komentar (Atom)






